Kenapa Uang Jadi Tuhanmu?

Duh celaka, kenapa  anda tidak malu menjadikan uang sebagai Tuhan dan hasrat anda? Kenapa semua itu membuatmu alpa segalanya?
Sungguh, jadikan tokomu dan hartamu itu untuk kepentingan kehidupan keluargamu sesuai dengan aturan syariat, sedangkan hatimu penuh pasrah kepada Allah azza wa-Jalla. Raihlah rizki, dan sebenarnya rizki mereka berasal dari Allah, bukan dari daganganmu dan hartamu.

Hanya saja rizkimu dan rizki mereka diserahkan oleh Allah kepada anda, untuk menghidupi keluargamu, dan agar anda merasa cukup bersama Allah Ta’ala, yang mencukupi anda menurut kehendakNya dan bagaimana kehendak itu berlaku dalam diri anda.
Lalu dikatakan pada hatimu, ini untukmu dan ini untuk keluargamu.
Namun bagaimana anda bisa sampai pada wacana seperti itu jika anda tertutup, hatimu tertolak, hatimu tertutup oleh dunia dan tak pernah kenyang puas dengan dunia, samai menutup hatimu, menghalangi masuk kehadiratNya.

Cukuplah anda mengingatNya, bertobatlah atas pengaruh aktivitasmu, atas keburukan adabmu di hadapanNya. Perbanyaklah menangis atas apa yang muncul dari dirimu. Bagikan hartamu pada orang-orang miskin, jangan bakhil! Sebab hartamu tidak lama lagi berpisah denganmu. Orang beriman yang meyakini dampak dari dunia dan akhirat tidak akan pernah bakhil.

Sebuah riwayat dari Nabi Isa as, beliau berkata kepada Iblis,
“Siapa yang paling kamu cintai?”
Iblis menjawab, “Orang bakhil.”
Nabi Isa bertanya lagi, “Siapa yang paling kamu benci?”
“Orang fasiq yang dermawan…” Jawab Iblis “Kenapa demikian?”
“Sebab aku berharap agar si bakhil mu’min itu dengan kebakhilannya bisa terjerumus ke dalam maksiat, dan aku khawatir sekali jika si fasik yang dermawan itu malah terhapus dosa-dosanya akibat kedermawanannya.” Jawab Iblis.

Apakah anda sibuk memburu dunia untuk dunia? Syariat itu digelar agar seseorang berusaha dengan dunia itu untuk bekal ibadahnya pada allah Azza wa-Jalla. Sedangkan anda? Berburu dunia untuk maksiat, anda tinggalkan sholat, anda tinggalkan perbuatan baik, anda tidak mengeluarkan zakat, maka anda berada dalam kemaksiatan, bukan dalam ketaatan. Maka aktivitasmu tidak lebih dari garong di jalan. Tidak lama lagi kau mati. Orag yang beriman gembira sedangkan yang kafir dan munafiq tersiksa.

Rasulullah saw. Bersabda:
“Jika orang beriman mati, ia berharap, agar apa pun yang ada di dunia dan tak sekejap pun, — karena memandang apa yang dianugerahkan berupa kemuliaan dari Allah baginya.”

Manakah orang yang taubat dan konsisten dengan taubatnya? Manakah orang yang malu pada Tuhannya Azza wa-Jalla yang terus mengawasi tingkah lakunya? Manakah orang yang hati-hati pada yang diharamkan Allah Azza wa-Jalla baik dalam kesunyian dan keramaian? Manakah yang memejamkan mata kepala dan matahatinya?
Nabi SAW bersabda:
“Dua kelopak mata itu berzina, dan zinanya kedua mata adalah melihat hal-hal yang diharamkan” (Hr Bukhari)

Berapakali matamu berzina melihat hal-hal yang diharamkan dari wanita dan anak-anak? Tidakkah kau mendengar firmanNya, “
 “Dan katakanlah bagi orang-orang beriman agar memejamkan matanya…” (An-Nuur 30).

Hai orang fakir, bersabarlah atas kefakiranmu. Karena kefakiran dunia akan putus. Suatu hari Nabi saw, bersabda kepada Aisyah ra.
” Hai Aisyah tahanlah pahitnya dunia demi nikmatnya akhirat…”
Tahukah kalian siapa nama anda di tengah-tengah kaum sufi? Sang Celaka atau Sang Bahagia? Sebenarnya sudah diketahui nama anda dalam catatanNya. Tapi anda jangan menyerah dan biarkan diri atas takdirNya, yang membuat anda malah merobek syariat.
Tekunilah dan berjuanglah sesuai yang diperintahkan dan menjauhi apa yang dilarang, karena adanya hal-hal yang tidak anda ketahui dalam takdir yang mendahului.
Kaum sufi senantiasa membentang-kan karpet dunia untuk berdiri di hadapan Tuhannya dengan penuh khidmah. Ia raih dunia untuk bekal, bukan untuk dinikmati, bahkan ia berbuat untuk dunia semata karena darurat. Ia tegakkan bangunan dunia demi ibadah kepadaNya dan menjaga kelaminnya dari rekayasa syetan. Semua itu demi melaksanakan perintahNya dan mengikuti jejak Nabinya.
Seluruh kesibukan mereka dalam rangka menjalankan perintah dan mengikuti jejak Sunnah, dan semuanya dilakukan dengan semangat cita dan kekuatan zuhud dalam segala hal. Oh Tuhan, jadikanlah kami diantara kalangan mereka, dan limpahilah kami dari barokah mereka. Amin.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: