Surat Buat Alloh SWT

D

i salah satu desa terpencil hiduplah seorang kakek yang miskin, tetapi dia tidak melupakan kewajibannya terhadap sang pencipta. Kondisi rumahnya yang di pigguran jalan kereta Api sudah tidak layak lagi dihuni, setiap kali kereta api lewat seakan-akan mau terbawa rumah si Kake itu. Dia pun sudah berniat mau merenopasi rumahnya tersebut. Maka dipanggilah tukang bangunan untuk menghitung biaya yang diperlukan unuk merenopasi rumahnya itu. Setelah menghitung-hitung bicaralah si tukang bangunan itu pada si kakek. “pak, biaya untuk memperbaiki rumah bapak ini kurang lebih satu juta rupiah” , terkejutlah si kakek tadi, uang satu juta harus didapat dari mana. Sedangkan untuk makan sehari-hari saja sudah membuat repot. Ke esokan harinya selepas sholat subuh dia menulis surat yang isinya sebagai berikut :

“Ya Alloh saya sering mendengar diceramah-ceramahnya para ustadz bahwa kamu adalah tuhan yang maha pengasih dan maha penyayang,sekarang saya membutuhkan uang sebesar satu juta untuk merenopasi rumah jika kamu memag benar berilah uang sebanyak itu.”

Surat tersebut dialamatkan kepada Alloh SWT dimana saja berada, karena dia tahu bahwa alloh itu ada dimana-mana dan dibelakangnya ditulis alamat sipengirim dengan lengkap. Kemudian dimasukanlah surat itu ke kotak pos dekat kantor kecamatan. Besoknya datanglah tukang pos mengambil surat-surat yang ada di kotak pos tersebut, kemudian diseleksilah surat-surat tersebut berdasarkan alamat, giliran surat sikakek tua itu tukang pos kebingungan, masalahnya diamplop surat tertulis alamatnya “kepada Yth Alloh SWT dimana saja berada” berhubung alamatnya tidak jelas maka tukang pos tersebut memberikannya pada kantor kecamatan yang kebetulan tidak jauh letaknya dengan kantor pos.

Setelah menerima surat dari kantor pos Pak Camatpun heran dan bingung melihat surat tersebut, setelah rapat pagi camat membuka surat itu dihadapan para stafnya, kemudian dibaca isi surat tersebut, dan pak camat memberitahu isi surat pada hadirin yang hadir dan meminta pendapatnya. Suasana menjadi sepi setelah tertawa karna isi surat. Ada dari mereka yang member usulan “Pak kalau masalah uang kayaknya kita kasihkan saja sama Polisi, mereka lebih punya banyak uang”, kemudian pak camat pergi ke kantor polisi yang kebetulan juga tidak jauh letaknya.

Suratpun sudah ada ditangan Pak Kapolsek, sama dengan di kantor kecamatan surat tersebut dibacakan oleh Kapolsek setelah rapat pagi, kemudian Kaposek memerintahkan asistennya memintakan sumbangan pada semua yang hadir. Setelah dihitung-hitung terkumpulah sebesar delapan ratus ribu rupiah dan dimasukan kedalam amplop rapi. Pagi hari kapolsek memerintahkan ajudannya mengantarkan uang  ke alamat sipengirim surat itu.

Si kakek merasa gembira setelah mengetahui suratnya telah dibalas, dibukanya surat balasan itu dan ternyata berisi uang sebesar delapan ratus ribu rupiah, dengan hati gembira walaupun sedikit kecewa karena jumblahnya tidak sesuai dengan permintaanya. Sikake menulis surat keduanya dengan alamat yang sama, yang isinya sebagai berikut: Tuhan Kau telah mengirim surat balasan melalui polisi, tapi mengapa Kau utus polisi untuk mengantarkan surat balasan itu makanya uang didalam Amplop itu berkurang dua ratus ribu. Sedangkan saya minta satu juta, mungkin yang dua ratusnya dimakan polisi itu.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: