One By One

Jumat tanggal 9 Mei 2008, dari pagi sampai sore satu demi satu pengurus Serikat dipagil oleh Mr. Koo. Dia menanyakan masalah kelanjutan organisasi kami. Giliran pertama adalah Bung Towil kemudian Bung Wastomo, dilanjutkan Bung Agus Ruwanto. setelah jam istirahat / sholat jumat giliran Bung kasiman dan dilanjutkan oleh Bung Hilman dan seterusnya bung Yusuf dan bung Ferry yang berikutya. Tibalah giliran saya dipanggil oleh dia. Waktu itu jam dinding menunjukan 17.28, ketika itu kami bersiap-siap untuk makan sore (biasa nyuri start) baru saja niat cuci tangan HP ku berbunyi dan dilihat dari Aki2, yang menyuruh saya untuk menghadapnya. Setibanya didepan meja dia, dia menanyakan masalah hal yang sama sebagaimana yang ditanyakan kepada rekan-rekan yang lain. yaitu SPSI. Waktu itu dia bertanya sudah sejauhmana proses pencabutan keanggotan Serikat kami. Saya bilang sama dia. “Saya sudah berbicara pada anggota yang lain masalah permintaan dari management untuk mencabut SPSI, dan mereka bilang itu hanya alasan saja masalahnya PT. Kepsonik saja yang nyata-nyata salah satu vendor Samsung juga sudah lama bergabung dengan organisasi lain” kemudian dia memperjelas lagi masalah itu. ” Antara kepsonik dengan KOTI nya berbeda, dimana Presdir PT. Samsung yang sekarang sangat berbeda dengan Presdir sebelumnya yaitu OH Suk Ha. beliau masih suka kerjasama dengan KOTI makanya kesalahan dan kejelekan KOTI selalu dia tutup-tutupi supaya Samsung di KOREA tidak tahu. dan yangsekarang itu presdir Samsung tidak begitu suka dengan KOTI. makanya dari itu dia mencari alasan untuk mengurangi order keKoti. bakan bisa saja menghentikan kerjasama. sebagai contoh dulu PO kekoti itu jauh diatas tiga Vendor yang lain dan sekarang hanya berbeda 2 ribu saja. dan bahkan model-model yang jalan dikoti itu semua vendor bisa memproduksinya”

Setelah panjang lebar dia menjelaskan giliran saya menjelaskan kenapa karyawan KOTI sampai mau bergabung dengan serikat SPSI. ” pada akhir tahun 2007 ada rumor yang beredar di Karyawan bahwa pada tahun 2009 koti sudah tidak mau pakai lagi karyawan tetap, makanya itu sedikit demi sedikit kartap (karyawan tetap) dibuat tidak betah dengan cara dimutasi kebagian yang dianggap penjara atau penampungan, yang kartap perempuannya ditakut-takuti jika tidak mengundurkan diri maka akan dimutasi kebagian lain yang sekiranya tidak betah. itu terbukti kepada dua orang yaitu Sdri Qonik dan Euis H. dimana mereka berasala dari Dept. QC. Tragisnya Sdri euis sedang hamil tua bahkan dia sudah mengajukan untuk cuti melahirkan, bukanya izin cuti yang didapat malah surat pengunduran diri yang di berikan untuk ditandatangani. Padahal dia sudah berniat mau keluar setelah melahirkan nanti. Maksudnya supaya mendapatkan uang cuti tersebut. Sebenarnya karyawan koti itu selama ini sudah terlalu baik, Bayangkan saja semu peraturan yang bermunculan ditaati dan diikuti, dulu akhir tahun bonus hanya paling besar 70% Karyawan tidak marah. Pada tahun 2007 Gaji Pokok Midle manajement tidak naik Karayawan tidak kompel, Perbedaan Gaji natara Karyawan tetap 1997 dengan karyawan tahun 2007 hanya beda Rp. 17.000 mereka terima. tapi kok malah mau dibuang begitu saja. apakah tidak ingat dulu KOTI itu kecil dan sekarang sudah besar masa sich lupa karyawan yang ikut serta membuat koti sebesar ini. Padahal sekarang ini jumlah Kartap dikoti tinggal kurang lebih 200/800 lagi. masa sich tidak bisa mensejahterakan mereka.

Dan akhirnya Dia mengajak kami berunding pada hari Rabu tanggal 14 Mei ini.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: