Suka Duka di Bulan Juni

Di Bulan Juni ini banyak kejadian yang sangat berkesan terutama di lingkungan Serikata pekerja (PUK) PT KOTI. Pada awal bulan banyak kejadian-kejadian yang menyenangkan. Awal juni Mr. koo mengajak saya dan rekan satu team untuk makan bersama disalah satu rumah makan. Pada acara makan saya berkesempatan mengeluarkan pendapat atau unek-unek yang selama ini saya pendam. antara lain mengenai uang Materai, Uang kartu ATM dan uang saldo yang masih ada di rekening BII,malam berikutnya Acara makan semua pengurus serikat untuk persiapan perundingan ke lima dengan management. pada hari kamis pagi serikat yang diwakili saya dan beberapa pengurus beserta management mengadakan survai ke salah satu catering yang sudah memasukan Proposalnya pada pertengahan bulan Mei.Pada pertengahan minggu kedua Citra catering mengirim sample makannanya, dan komentar dari yang mencicipi makanan itu cukup lumayan dari harga yang tidak seberapa.

Hari rabu tanggal 11 kami mengadakan perundingan mendadak atas permintaan dari Mr. Koo, saya pun kelabakan mencari pokok bahasan untuk diajuka ke management. rabu Jam 2 kamipun berunding di Meeting Room, Yang pertama dibahas adalah uang Materai, dan uang kartu ATM sudah diganti da terbukti dalam salery ada penambahan 6000 rupiah untuk pengganti materai. dan tidak ada potongan 10000 rupiah untuk pengganti kartu ATM. Kemudian dia menanyakan masalah hasil survai untuk persiapan tour 2008 ini. saya tercengang mendengar dia menanayakan hal itu, pikir saya waktu pertemuan kemarin dia tidak tergesah-gesah untuk masalah ini. karena kondisi perusahaan yang sedang pailit ini. Diakhir perundiangan Mr. koo mengajak kami untuk makan malam bersama disalah satu rumah makan di Lippo Cikarang (Pasific),sialnya rumah makan tersebut sedang renovasi kamipun berpindah ke rumah makan Kartini.

Pada Hari selasa tanggal 17 sore saya dipanggil Mr. koo, dan diajak ke ruang meeting. Pertama-tama dia menanyakan masalah kinerja atasan saya. diakhir pembicaraan kami dia mengasihkan sebuah Voucer belanja senilai 100.000 rupiah. sayapun tidak basa basi dan langsung terima. Pagi hari keesokan harinya giliran Mas Agus yang dipaggil untuk diberi Voucer tersebut. Jam sepuluh saya disuruh mengahadap kedia. dan dia cuma bertanya apakah saya setelah dikasi  voucer tersebut bilang-bilang dengan yang lain. dia menanyakan hal itu karena kira-kira jam delapanan ada orang yang memintanya, padahal voucer tersebut hanya untuk orang-orang yang dinilai oleh dia bagus.

Akhir minggu ke ketigaini kami pun mengadakan makan malam dengan citra cetering. Mereka mengajak kami serikat hanya untuk mengungkapkan rasa terimakasih atas kepercayaan dan kesempatan untuk bekerja sama dengan PT. KOTI. Acara makan malam pun kami adakan di RM. Kartini, memang meriah karena semenjak berdirinya serikat ini baru petmama kali kami sebagai pengurus mengadakan makan bersama. Pada kesempatan itu pun kami manfaatkan untuk saling mengenal antara serikat dengan cetering, yang selama ini tidak ada komunikasi. dan kamipun saling mengawasi jalannya kerjasama ini.

Minggu terakhir tepatnya hari selasa ini 24 Juni Saya dipanggil Mr. Koo, Berawal dari saya memberikan Apropal untuk proyek TFT. kemudian dia meminta saya untuk menghadap dia setelah makan siang. Setelah sholat Dzuhur sayapun bergegas menghampiri dia sesuai dengan permintaanya. Pada awalnya saya berfikir bahwa akan dilakuka mutasi pada diri saya. Ternyata jauh dari perkiraan itu, dia menanyakan sudah sejauhmana saya melakukan pembubaran Ssrikat ini (SPSI) saya bingung menjawabnya. Saya berfikir sejenak terus bicara “Jika bergabung dengan serikat mungkin ada bukti seperti SK dari DPC dan pencatatan dari Disnaker, tapi jika kita putus dengan serikat apa buktinya, Maksudnya Mr. Koo mau bukti apa?” Dia menjawab. “Sayanya dari beberapa karyawan ada yang bicara merasa keberatan dengan potongan yang Rp. 10.000,- jadi uang itu buat apa?” saya kaget lagi dan menjawab “Siapa yang bicara seperti itu dan mungkin tidak perlu bicara saya sudah tau orangnya. Sebenarnya dia bukan Anggota Serikat dia hanya mencari teman dan berusaha memfropokasi yang lain untuk keluar dari serikat dan memanamkan tidak percaya terhadap kinerja serikat”. Dia bertanya masalah untuk apa pemotongan itu. saya pun menjelaskannya lagi “uang potongan itu sesuai dengan AD/ART SPSI yang mekanismenya 50% ke DPC dan 50% ke PUK”. kenapa DPC dikasih merekakan orang lain potong dia, saya menjelaskannya lagi yang 50% ke DPC itu ibarat kita masuk asuransi, ada masalah atu pun tidak ada masalah tetap kita bayar, tapi yang kita harapkan sich tidak ada masalah walupun kami sudah punya asuransi tersebut. sama halnya dengan Rumah, kendaraan kita dan kesehatan kita diasuransikan tetapikan kita tidak mau rumak kita tyerbakar, Kendaraan kita kecelakaan, Kesehatan kita terganggu. itu hanya untuk protekci terhadap kesejahteraan saja.

Apalagi sekarang banya Karyawan bertanya-tanya, sebenarnya KOTI itu ada apa sich, Kok orang-orang lamanya yang mendirikan KOTI ini pada keluar,seperti Bp Pandit, juhairy, Towil, Pransiscus, dan yang mau nyusul Bp Yohanes dan Pranoto di akhir bulan ini. Jangan-jangan KOTi ini mau tutup dan mereka lebih tahu kondisi kedepannya KOTI ini makanya mereka lebih dahulu keluar dari sini. yang ditakutkan oleh Karyawan ini nanti Mr. Jeong dan Mr. Koo juga Mr-Mr yang lain pulang dan kami ditinggal begitu saja tanpa kejelasan status, masalahnya sekarang banya perusahaan yang seperti itu. Spontan dia marah mendengar penjelasan itu, saya pun duam dan acuh pada saat dia marah dalam pikiran saya adalah jika dia masih marah dalam satu menit kedepan saya akan tinggal pergi. belum ada satu menit nada bicara dia merendah. Dan saya juga melanjutkan pembicaraan saya “Sebenarnya kita sama Mr. sama-sama mempunyai tanggung jawab. Mr koo tanggungjawab terhadap kelangsungan hidup perusahaan, dan saya bertanggung jawab terhadap kesejahteraan anggota/karyawan, Mungkin Mr Koo malam-malam ditlp masalah kerjaan dan saya juga jika hari sabtu juga harus ke DPC untuk konsultasi dan mencari erkembanggan. yang membikin beda adalah Mr. Koo sama perusaahaan digaji besar sementara saya tidak bergaji.” Yach minta sama serikat gajinya potong dia. Bukannya saya tidak mau digaji. dengan tidak digaji saja saya dituntut untuk bekerja dan memperjuangkan nasib mereka,jika tidak sesuai dengan aspirasinya, mereka marah dan menyalahkan serikat, apalagi jika kami dibayar.

terimakasih mungkin itu saja lain kali bersambung

 

1 Response so far »

  1. 1

    wiwinuntari said,

    sebelumnya salam kenal saya merupakan salah satu anak PKL pada tahun 2006, sebelumnya saya ucapkan banyak terimakasih pada bapak jamal(mekanik), bapak pandit (sayang kalau beliau benar keluar)semua leader ship semua operator bagian produksi (yang banyak membantu) bagian katering, bapak agus bapak sutarno (maaf banyak merepotkan saya ucapkan terimakasih sehingga pengerjaan skripsi saya bisa terselesaikan.

    bapak dultoha orang baru ya maaf dulu saya ndak kenal sama bapak he..
    saya turut prihatin dengan Pt. KOTI dulu waktu saya pkl disitu manajemennya saya lihat sangat buruk carut marut dan saya dengar bula julni juli 2006 para karyawannya akan melakukan demo,


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: