Bahagia dan Sedih Part 1

Pada tanggal 27 Oktober 2008, saat itu saya sedang ada acara ke Disnaker Kab. Bekasi, untuk memberikan undangan penyuluhan kepada Bapak M. Tohir. Kira-kira jam 11.00 Istri Saya SMS bahwa sudah keluar cairan lendir (sedang menunggu hari kelahiran putri ke 2). Saya pun bergegas pulang. untuk memeriksakan kandungannya ke bidan terdekat. Selepas Dzuhur kamipun berangkat ke bidan terdekat, setibanya dibidan baru lah ketahuan bahwa sudah ada pembukaan 2. Bidan pun memberi kami pilihan “mau pulang dulu atau tunggu disini” Kamipun memilih untuk pulang lagi karena perkiraan lahir masih lama. Selepas Sholat Isya Kamipun menyipkan apa-apa yang diperlukan nanti, setelah rapi saya lihat anak pertama kami Luthfiah sudah tertidur, rupanya dia kelelahan setelah seharian bermain. kamipun memnunda keberangkatan. saat itu hujan belum juga reda. jam dinding menunjukan  pukul 21.30 dengan berat hati kami pun membangunkannya dan berangkat.

Walaupun hujan masih rintik-rintik saya memaksakan untuk berangkat kebidan dimana kami periksa tadi siang, karena istri saya sudah meringis-ringis menahan rasa mulas. Setibanya di Bidan Istri saya diperiksa dan ternyatasudah pembukaan 4. saya bertanya kepada Ibu Bidan perkiraan jam lahir, “perkiraan lahir Jam 3 an Pak” kata Ibu Bidan, sayapun mengatur posisi untuk tidur Neng Lutfi. ternyata diapun tidak bisa tidur, maklum anak saya ini tidak terbiasa tidur dirumah orang lain, bahkan  dirumah kakeknyapun tidak mau tidur dikamar melainkan di ruang tengah depan TV. sementara itu istri saya sudah tidak nyaman menahan rasa mulas perutnya, diapun berjalan-jalan dari ruangan bersalin keruangan tengah.

Lama waktu berjalan akhirnya jam 2.00 saya pun membangunkan bidan atas perintahnya tadi sore. Bidan mengecheck kondisi pembukaan, betapa kagetnya dia karena pembukaannya tidak bertambah atau masih sama seperti tadi sore. Kemudian saya menyarankan untuk suntik perangsang saja, dia menolak dengan alasan suntuk perangsang sudah tidak Lazim. Kamipun diberi pilihan untuk di induksi saja oleh Bidan. Saya berembuk dengan istri untuk memikirkan jalan terbaik. saat itu saya menelpon orang tua, Ibu istri saya untuk minta doa dan minta maaf jika ada salah istri saya mudah mudahan dilancarkan dalam proses melahirkan anak kedua kami. Akhirnya istri saya mau di induksi.

setelah Jam 6.00 pagi Ibu Bidan mengecheck hasil Induksi, dan hasilnya sungguh mengagetkan ternyata pembukaannya tidak bertambah. sayapun meminta izin kebidan untuk pulang saja, karena induksipun tidak menjadi solusi. Pertamanya bidan tidak mengijinkan karena sudah ada pembukaan, takutnya kuman-kuman dari luar masuk yang menyebabkan resiko lebih berta lagi. satu jam kami  mencari informasi, akhirnya kami pun meminta izin kembali untuk pulang saja. Akhirnya bidanpun dengan berat hati meng izinkan kami. dengan catatan Jika tanggal 3 November Belum lahir dia minta data USG kembali.

Kamipun Pulang dengan kecewa yang dalam. karena berita akan kelahira putri kami ke 2 sudah tersebar ke keluarga saya dan keluarga Istri.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: