Bosan dan Kebutuhan

<Hari berganti hari dengan cepat tak terasa sudah hampir sembilan tahun saya bekerja di perusahaan Asing. Banyak kenangan yang terrekam dalam memori fikiranku, manis pahit, suka duka, tak terhitung berapa banyak teman-teman yang tak kuat dan jenuh dengan kondisi seperti ini.Banyak ilmu yang kudapat dari Perusahaan ini, maklum saja salama 7 tahun saya bekerja pada tahun 2008 sampai sekarang 2009 sudah mengalami mutasi kerja beberapa kali. Dari pertama masuk menjadi Quality Control, pada bulan Februari 2008 saya dimutasi ke bagian TFT (The Force Team) yang katanya nusakambangannya perusahaan. Awalnya saya merasa Sock dan tak percaya, tiga malam tidak bisa tidur nyeyak memikirkan kenapa bisa terjadi kepada saya, banyak masukan dan dukungan dari keluarga dan teman dekat yang menjadi waktu tak terasa. Kemudian pada bulan Agustus dengan alasana Departement TFT mau di bubarkan, maka kamipun di mutasi keberbagai bagian, ada yang di kembalikan ke tempat semula. Entah kenapa saya yang tidak dikembalikan ke tempat semula.
Awalnya saya menolak untuk bekerja di bagian Material Control Line, satu setengah bulan saya disana, kemudian pindah job sebagai Repairman. Pada akhir Bulan Oktober saya dipindah untuk menggantikan Personil PPICyang keluar.Pada pertengahan bulan Ini tanggal 15 Mei saya dipindah lagi ke bagian Purchasing.
Disisi lain saya bersyukur bisa bertambah berbagai ilmu dalam satu tahun ini, dari ilmu mengelas, perkayuan, dan kelistrikan yang dipelajari pada saat di TFT. Adapun dari PPIC saya belajar banyak tentang plan untuk produksi. Sekarang saya dipaksa untuk menangani barang yang baru dan banyak ragamnya. Dan bukan hanya kenal dengan orang se perusahaan saya juga di tuntut untuk kenal dan dekat dengan Marketing Purchasing R&D semua Vendor.
Disisi lain saya merasa bosan, dengan ketidak pastian Job. Rasanya ilmu yang saya dapat belum sempurna alias hanya dasar yang baru di pahami. Tapi mudah mudahan inilah job yang terakhir saya tekuni di perusahaan saat ini. Walupun banyak tantangan dan habatan, walau pun setiap hari saya menerima makian dari Si Bos. Mudah-mudahan saya kuat dan bisa bertahan. Amii….n

%d blogger menyukai ini: