Makan Jangan ada Sisa

Dikantin-kantin perusahaan dan di resto-resto dan dimana saja sering kita lihat sisa-sisa makana yang tidak habis, mungkin menurut pemikiran sesaat itu sepele atau tidak layak untuk dibicarakan. Dulu waktu kecil jika makan tidak habis orang tua memaksa saya untuk menghabiskannya karena, yang mengambil makanan sendiri dan seharusnya mengetahui seberapa banyak porsi yang dibutuhkan kita. Kedua orang tua saya bercerita jika saya jadi makanan yang sisa, maka kita iri terhadap makanan yang sudah dimakan, karena yang dimakan dan yang sisa mengalami proses dan perlakuan yang sama. Kenapa setelah masak diperlakukan tidak sama itu namanya tidak adil terhadap
>  makanan. Coba bayangkan terhadap makanan saja kita tidak bisa bersikap adal apalagi terhadap sesame mahluk hidup lainnya. Ketiga bayangkan orang tua sudah susah payah dan banting tulang memeras keringat mencari uang untuk membeli makanan, setelah terbeli makanan ternyata tidak dimakan semua, itu sama saja tidak menghargai jerih payah orang tua kita. Bayangkan dengan orang tua saja kita tidak menghargai jerih payahnya apalagi dengan jerih payah dah hasil karya orang lain. 
  Dua hari yang lalu saya banyak fikiran di pekerjaan karena banyak masalah dengan kerjaan saya, akibatnya pada saat makan siang saya tidak nafsu makan. Waktu itu saya mengambil nasi dengan porsi biasa. Karena fikiran saya sedang kacau maka selera makan pun menurun tidak seperti biasanaya. Dengan turunnya selera makan maka nasi yang saya ambilpun tidak habis. Saat itu teman saya sedikit mengkritik dan berbicara “makannya sudah? Saya menjawab singkat sudah, terus dia bertanya kepada saya Emang sudah berapa lama kamu membawa perut yang ini sehingga tidak tahu seberapa banya kebutuhan perut itu. Awalnya saya anggap omongan itu Cuma bercanda, tapi setelah bel masuk dan sudah duduk di depan computer saya terfikir omongan teman saya tadi. Saya sudah 31
>  tahun membawa perut ini kenapa tidak tahu seberapa banyak kebutuhan perut ini.
>  Saya sering melihat orang catering di perusahaan tempat saya bekerja mambawa limbah makanan (sisa makanan) sampai setengah kantong sement yang diakibatkan orang-orang yang tidak tahu ukuran isi perutnya itu. Padahal jika makan siang itu hanya + 200 porsi. Coba kita bayangkan jika seluruh karyawan di Indonesia ini berjumlah 20 juta orang, berapa limbah makanan yang terbuang. Dan coba kita berfikir berapa jumlah uang jika dihitung. Tentunya tidak sedikit. Itu saat makan siang saja dan satu hari, bagaimana jika deperusahaan itu sampai 3 kali makan sehari berapa banyak limbah makanan dalam satu bulan, dalam satu tahun. Mungkin jika diuangkan dan dijadikan modal usaha kepada orang-orang miskin, mungkin dalam satu tahun bisa menurunkan angka
>  kemiskinan di Indonesia.
>  Simulasi diatas hanya ruang lingkup perusahan, bagaimana jika masuk ke rumah-rumah penduduk warga entah berapa rupiah yang di buang. Mulai saat ini ajari anak-anak kita, kasih tahu teman-teman kita untuk menghilangkan limbah makanan, semoga berhasil. Kita sering dengar dari ceramah-ceramah   agama bahwa yang berlebih-lebihan itu perbuatan syetan.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: