Kesulitan Mendidik Anak Zaman Sekarang

  1. Mengapa kebanyakan Orangtua mengalami kesulitan mendidik anak, ada beberapa factor yang mempengaruhnya:

 A.    Tidak siap menjadi Orangtua…?

Hayooo… siapa yang mau menyangkal , kalau kita memang sesungguhnya tidak siap menjadi orangtua?

Mari kita tengok kebelakang (flase back) mulai sejak awal “berpacaran” dengan pasangan, bagi anda yang “berpacaran” tentunya. Apa yang menjadi topik pembahasan utama waktu pacaran? Apakah persiapan untuk menjadi orangtua yang baik? Atau hal-hal lain…yang lebih menarikuntuk dibicarakan. “you know I Mean?” (Tahu kan maksud saya?).

Mari kita maju sedikit pada saat kita hendak melangkah ke jenjang pelaminan atau pernikahan. Apakah yang menjadi topik pembahasan utama waktu itu? Apakah persiapan menjadi orangtua yang baik…?ataukah persiapan tanggal baik, bulan baik, gaun pengantin, tempat resepsi, catering, sauveneer, undangan, dan pernak-pernik lainnya…?

Baiklah, sekarang kita menuju lebih dekat lagi. Pada saat masa kehamilan istri menjelang 9 bulan, apa yang menjadi topik pembahasan utama saat itu? Apakah persiapan menjadi orangtua yang baik…? Ataukah persiapan perangkat bayi, dokter pilihan, rumah sakit pilihan, nama pilihan, apa lagi…? Yang mungkin semuanya serba pilihan, mungkin kecuali buku-buku pilihan untuk menjadi orangtua yang baik dalam mendidik anak.

Lalu .. sesungguhnya kapan tepatnya kita mulai untuk mempersiapkan diri menjadi orangtua yang abik bagi anak-anak kita tercinta…kapan tepatnya kita mulai mempelajari teknik-teknik mendidik anak yang tepat…?

Kabar gembiranya adalah lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. dan jika kita termasuk orang yang terlambat, sekarang adalah saatnya yang paling tepat untuk memualinya. Teruslah mambaca dan menulusuri artikel-artikel tentang persiapan menjadi orangtua yang baik. Anda akan mendapatkan manfaat yang akan membantu permasalahn yang saat ini mungkin sedang dihadapi.

B.    Mencari nafakah jauh lebih penting dari pada mendidik anak

Sebaian besar kita pasti sepakat bahwa mencari nafkah itu sangan penting bagi kelangsungan hidup keluarga. Tapi mungkin, kita agak ragu jika mencari nafkah dirasa jauh lebih penting daripada mendidik anak. Pertanyaan sederhana untuk kita, pada akhirnya, sebenarnya untuk siapa kita mencari nafkah, memeras keringat dan membanting tulang itu..? bukankah untuk keluarga? Dan, didalamnya ada anak yang kita cintai sebagai penerus garis keturunan kita. Apa gunanya mampu menjadi orang yang sukses secara financial, tetapi kelurga dan anak menjadi berantakan?

C.    Tidak banyak referansi ilmiah yang jelas…?

Betul sekali jika alasan ini diajukan 10 atau 15 tahun yang lalu. Naming sekarang alasan diatas sudah ketinggalan zaman. Toko-toko buku disekitar kita banyak sekali menyediakan referensi ilmiah yang lengkap dan komplit tentang pendidikan dan pengasuhan anak baik dalam bentuk buku ataupun majalah. Belum lagi ditambah jika rajin membuka informasi melalui internet, banyak sekali artikel pendidikan pengasuhan anak terkini bisa kita peroleh secara geratis di situs-situs “majalah on-line”

D.    Terlalu banyak referensi nonilmiah yang membingungkan…?

Memdengar komentar orang tentang pendidikan anak itu memang baik, tetapi jika terlalu banyak mendengar komentar orang, akan membuat anda bingung sendiri dengan masukan dan pendapat yang begitu beragam. Akhirnya, cara memdidik kita malah tidak konsisiten dan akan membingungkan anak kita. Oleh karena itu, lebih baik mancari referensi yang dapat dipercaya. Apakah itu dari buku, majalah, ataupun salah satunya yang mudah dan murah adalah mendengarkan “program Indonesia Strong From Home,” sebuah program pendidikan keluarga yang ditayangkan secara talkshow, setiap hari sabtu pukul 10.00-12.00 di radio Smart FM 95.9 jakarta dan jaringan smart FM di kota-kota seluruh Indonesia.

E.     Tidak ada manual Booknya…?

Betul sekali! Satu satunya produk baru yang kita miliki dan tidak memiliki buku manual adalah bayi kita. Oleh karena itu, kita sering merasa kesulitan bagaimana mengelola anak kita. Meskipun sekarang belum ada buku manual anak kita yang 100% lengkap, beberapa buku manual anak kita sudah mulai ditulis untuk membantu para orangtua dalam menelola anaknya. Buku ini juga sebenarnya mendidik anak-anak zaman sekarang. Ya.. anak zaman sekarang pasti berbeda dengan anak zaman kita dulu.

F. Tidak mau belajar

Sesungguhnya, fitrah kita terlahir sebagai mahluk pembelajar. Ingat waktu kita masih bayi atau anak-anak. Apa saja yang kita pelajari…apa saja ingin kita ketahui. Namun, sayangnya guru dan sekolah-sekolah kita telah membuat proses belajaritu menjadi sangat membosankan, tidak menyenagkan dan bahkan sering membuat stress. Maka sejak itu kita semua menjadi mahluk yang “malas belajar”

Tidak hanya anak kita yang perlu belajar ternyata kita menjadi orangtua yang baik pun perlu belaja. Jika tidak mau, mungkinjangan-jangan kita tidak akan pernah lulus untuk menjadi orangtua yang baik bagi anak-anak kita tercinta.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: